Gemilangnya Dunia Dalam Hangatnya Keluarga
Sebuah ilmu yang diberikan oleh seorang guru atau dosen merupakan hal yang
tak ternilai harganya, begitu pula dengan hangatnya keluarga yang tak habis
habisnya dalam menerangi dunia.
Potensi sumber daya manusia yang ada pada keluarga merupakan langkah awal
atau yang utama loh teman-teman. Didalam keluarga ini kita diajarkan pendidikan
juga atau yang biasa disebut dengan pendidikan non formal. Pendidikan ini
sangat berperan penting dalam mengembangkan watak, kepribadian, nilai-nilai
budaya, serta tak ketinggalan pula keterampilan-keterampilan khusus yang biasanya
kita tidak sadari tetapi sebenarnya nyata adanya loh...Maka dari itu.
Pendidikan, orang tua dan anak merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.
Kita hidup sekarang ini di zaman yang serba canggih dan modern ini. Dimana
sebagai makhluk sosial dapat mempengaruhi lingkungan sekitarnya, apakah itu
baik atau buruk suatu perbuatan yang dapat membentuk karakter individu itu
sendiri. Nah, maka dari itu untuk menciptakan kehidupan yang berkualitas, kita
harus menguatkan fondasi Sumber daya manusianya dulu, dimana dengan kehidupan
seperti ini dapat berlangsungnya kehidupan yang lebih baik pula untuk dimasa
yang akan mendatang, adapun kita sebagai masyarakat terutama generasi muda
sangat di harapkan oleh pemerintah, karena kalau bukan kita siapa lagi, maka
dari itu kita perlu melakukan hal-hal berikut :
❤ Kesiapan masyarakat dalam bereaksi secara proporsional (menangkal dan
menyeimbang) tata nilai baru yang merupakan ikutan proses transformasi
tersebut, yang tidak sejalan dengan keyakinan agama, serta moral dan jati diri
bangsa.
Telah menjadi kesepakatan para ahli, bahwa sumberdaya manusia merupakan
asset penting, bahkan dianggap paling penting diantara sumberdaya-sumberdaya
yang lain, dalam setiap usaha memajukan suatu masyarakat atau bangsa. Namun
dalam kenyataannya, sumberdaya manusia baru menjadi asset penting dan berharga,
apabila sumber daya manusia tersebut mempunyai kualitas yang tinggi.
Fattah (2000:6) menyebutkan
bahwa “SDM terdiri dari dua dimensi, yaitu dimensi kualitatif dan dimensi
kuantitatif.”
SDM ↗ Dimensi Kualitatif
| ↘ | Dimensi Kuantitatif | ||||||
Dimensi kualitatif adalah terdiri atas prestasi tenaga kerja yang memasuki dunia kerja dalam jumlah waktu belajar, sedangkan dimensi kuantitatif mencakup berbagai potensi yang terkandung pada setiap manusia, antara lain pikiran (ide), pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif. Jika pengeluaran untuk meningkatkan kualitas SDM ditingkatkan, nilai produktivitas dari SDM tersebut akan menghasilkan nilai balik (rate of return) yang positif.
Dari paparan diatas yang
menggambarkan begitu hebatnya suatu bangsa karena sumber daya yang berkualitas,
tetapi untuk mengembangkan sesuai yang diinginkan tidak lah mudah, sumber daya
manusia nya dapat melemah suatu waktu, diantaranya sebagai berikut
- lemahnya kemauan, merasa tidak mampu, tidak percaya diri dan merasa rendah diri
- lemahnya kemampuan, terbatasnya pengetahuan, terbatasnya keterampilan dan terbatasnya pengalaman. Pada hal seperti ini biasanya dikarenakan individunya tidak mengetahui sebenarnya apa keterampilan yang dimilikinya
- Terbatasnya kesempatan, kurangnya memenuhi kebutuhan yang diperlukan, sulit ditingkatkan, tidak mampu menggunakan kesempatan dan peluang yang diberikan.Pada hal ini seorang individunya tidak mempergunakan kesempatan yang ada, sehingga sangat disayangkan bila ada peluang tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya
Dengan adanya permasalahan
tersebut ,harus dapat dipecahkan untuk mewujudkan manusia yang berkualitas,
yaitu dengan memberikan motivasi dan semangat antara satu individu dengan yang
lainnya. Biasanya semangat itu terbentuk karena faktor pengaruh keluarga juga,
misalnya saja didalam suatu keluarga mempunyai hubungan yang begitu erat, dan
saling support atas usahanya satu sama lain, hal ini dapat membangkitkan
semangat yang tumbuh di dalam jiwa kita.
Kemudian kita sebagai
generasi muda dituntut untuk mempunyai ide-ide yang cemerlang dan mempunyai
sifat yang ingin terus belajar dan belajar, dan menghindari segala kelemahan
yang membuat diri kita menjadi lemah.
Sebagai manusia beragama,
memang diperlukan syarat lain, ialah tumbuhnya kepribadian yang religius yang
berakhlaqul-karimah, sehingga kualitas diri yang dimiliki tersebut diimbangi
dengan ketahanan mental dan kemakmuran spiritual yang handal.
Peningkatan sumberdaya yang
demikian, pada tingkatnya nanti, akan membentuk sumber daya manusia yang
mempunyai :
❤Kreativitas konseptual, mampu mengembangkan gagasan, konsep dan ide-ide cemerlang
Untuk dapat mendapatkan gagasan atau ide
ini sebenarnya sangat mudah,yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu mempunyai
semangat yang tinggi, jadi hal atau ide apapun akan dapat dikembangkan dengan
baik.
Maksud dari kreativitas ini adalah,
individu yang memiliki jiwa saling membantu dan tolong menolong dan tidam
menjatuhkan individu yang lain.
Prof. wardiman Djojonegoro
dalam kapasitasnya sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan pernah mengatakan,
bahwa di Negara-negara maju (dimana peranan keluarga mengalami demassifikasi)
akhir-akhir ini ada kecenderungan dalam masyarakat untuk menjadikan kembali
kelurga sebagai basis pendidikan anak. Dibawah semboyan “back to family”
keluarga dihidupkan kembali peranannya yang besar dalam pembentukan watak dan
kepribadian anak serta pengembangan nilai-nilai moral anak. Dengan demikian,
kembali kepada keluarga merupakan solusi yang praktis namun strategis terhadap
berbagai persoalan yang tidak mudah diatasi jika diserahkan sepenuhnya kepada
institusi diluar keluarga.
Dalam rangka pengembangan dan peningkatan SDM untuk dapat
melahirkan potensi manusia yang kreatif, produktif dan berkepribadian. Maka
harus ada nilai-nilai yang mesti dihidupkan dalam suatu masyarakarat utamanya
dalam Lembaga keluarga,karena keluarga berperan sebagai pranata: yang
memberikan keyakinan agama, yang menanamkan nilai-nilai budaya, yang memberikan
teladan, dan yang memberikan keterampilan dasar.
Nama : Annisa Aulia Maharani
Prodi : Pendidikan Tata Busana (sesi 3)
NIM : 1515617012
Nama : Annisa Aulia Maharani
Prodi : Pendidikan Tata Busana (sesi 3)
NIM : 1515617012



Komentar
Posting Komentar